Peringati Hari Ibu ke-97, KPU Kabupaten Dompu Ikuti Dialog Publik Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Demokrasi
#TemanPemilih. Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu mengikuti Dialog Publik bertema “Perempuan Penggerak Perubahan, Perempuan Pemimpin Demokrasi Berkembang”, yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Republik Indonesia, Senin (23/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan sekretariat KPU Kabupaten Dompu, antara lain Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Yusuf, Kadiv. Hukum dan Pengawasan Maman Apriansyah, Kadiv. Teknis Penyelenggaraan Pemilu Hidayatullah, Sekretaris KPU Kabupaten Dompu Lahmuddin, para Kasubbag, serta seluruh staf sekretariat. Dialog publik tersebut menjadi bagian dari refleksi peringatan Hari Ibu sekaligus penegasan peran strategis perempuan dalam kepemimpinan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Melalui forum ini, peserta memperoleh pembelajaran mengenai kontribusi nyata perempuan, khususnya perempuan penyelenggara pemilu, dalam memperkuat tata kelola kepemiluan yang demokratis, inklusif, dan berkeadilan. Mewakili Ketua KPU RI, Kadiv. Hukum dan Pengawasan KPU RI Iffa Rosita, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara luring maupun daring. Ia menegaskan bahwa dialog publik ini selaras dengan tema peringatan Hari Ibu Tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 4 Tahun 2025, yakni “Perempuan Berdaya, Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. “Perempuan Indonesia bukan hanya pilar keluarga, tetapi juga pilar bangsa. Perempuan adalah pembawa nilai, penentu arah moral, sekaligus motor penggerak perubahan sosial. Ketika perempuan diberi ruang memimpin, demokrasi akan tumbuh lebih inklusif, partisipatif, dan berkeadilan,” tegasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam praktik demokrasi Indonesia, keterlibatan perempuan menunjukkan kontribusi signifikan, khususnya pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. KPU mencatat tingkat partisipasi pemilih perempuan lebih tinggi dibandingkan pemilih laki-laki. “Ini menjadi modal sosial yang sangat kuat. Tantangan KPU ke depan adalah memastikan partisipasi perempuan terus meningkat melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berkelanjutan hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya. Momentum Hari Ibu, menurutnya, harus menjadi penguat komitmen bersama untuk terus mendorong kemajuan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak perempuan dalam seluruh aspek kehidupan demokrasi. Dialog publik ini turut menghadirkan narasumber dan moderator yang seluruhnya merupakan perempuan inspiratif dan berprestasi dari berbagai latar belakang. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan wawasan, inspirasi, serta semangat bagi seluruh peserta dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak perubahan dan pemimpin demokrasi yang berkelanjutan.