Berita Terkini

Apel Pagi dan Halal Bihalal, KPU Dompu Perkuat Kebersamaan Jelang Ramadhan

#TemanPemilih. Dalam rangka memperkuat disiplin kerja sekaligus membangun kebersamaan menjelang bulan suci Ramadhan, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Dompu melaksanakan apel pagi pada Rabu (18/2/2026) di halaman Kantor KPU Kabupaten Dompu, Jalan Bhayangkara Nomor 06 Dompu.   Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kasubbag Parmas dan SDM, Abu Hasan Taqwa, serta dihadiri para kasubbag dan seluruh staf sekretariat.   Kegiatan apel kali ini dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan antarpegawai menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, sekaligus memperkuat soliditas internal jajaran sekretariat dalam menjalankan tugas kelembagaan ke depan.   Dalam penyampaiannya, Abu Hasan Taqwa mengajak seluruh jajaran sekretariat untuk menjadikan momentum menjelang Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri dan hubungan antarsesama. “Menjelang bulan suci Ramadhan, mari kita saling memaafkan dan membersihkan hati. Semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh pengampunan dan magfirah ini diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.   Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalitas kerja jajaran sekretariat KPU Kabupaten Dompu semakin meningkat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Mengambil Ibrah Ramadhan untuk Meneguhkan Keberadaban Demokrasi

Mengambil Ibrah Ramadhan untuk Meneguhkan Keberadaban Demokrasi Pendahuluan Indonesia bukan hanya negara demokrasi, tetapi juga negara yang dibangun di atas nilai moral dan spiritual. Pancasila sebagai dasar negara tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari pergulatan panjang nilai-nilai agama, budaya, dan kemanusiaan. Dalam konteks ini, demokrasi Indonesia sejatinya bukan demokrasi yang bebas nilai, melainkan demokrasi yang berkeadaban. Ramadhan hadir setiap tahun sebagai momentum penyegaran moral bangsa. Ia tidak hanya mengatur relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga membentuk etika sosial yang sangat relevan dengan kehidupan bernegara. Ketika demokrasi Indonesia menghadapi tantangan berupa polarisasi politik, ujaran kebencian, politik identitas yang eksploitatif, serta krisis keteladanan elite, Ramadhan menawarkan ibrah yang mendalam: demokrasi memerlukan adab agar tidak kehilangan arah. Tulisan ini berupaya menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadhan sejalan dengan spirit Pancasila dan dapat menjadi fondasi moral untuk meneguhkan demokrasi Indonesia yang berkeadaban. Ramadhan dan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila pertama Pancasila menegaskan bahwa kehidupan berbangsa di Indonesia berakar pada kesadaran ketuhanan. Ramadhan sebagai ibadah utama umat Islam merupakan manifestasi nyata dari kesadaran tersebut. Puasa mendidik manusia untuk merasa diawasi oleh Tuhan, bahkan ketika tidak ada hukum atau sanksi sosial yang mengikat. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Takwa dalam konteks kebangsaan dapat dimaknai sebagai kesadaran etis dalam menjalankan hak dan kewajiban warga negara. Demokrasi Indonesia tidak cukup hanya dijalankan berdasarkan prosedur hukum, tetapi juga memerlukan kesadaran moral yang bersumber dari nilai Ketuhanan. Tanpa itu, demokrasi mudah disalahgunakan untuk kepentingan sesaat. Pengendalian Diri sebagai Syarat Demokrasi Beradab Demokrasi memberikan kebebasan: kebebasan berpendapat, berserikat, dan berpartisipasi dalam kekuasaan. Namun, kebebasan tanpa pengendalian diri akan berubah menjadi kekacauan. Ramadhan mengajarkan disiplin batin—kemampuan menahan diri meskipun memiliki kesempatan untuk melanggar. Dalam konteks Indonesia, pengendalian diri ini sangat penting mengingat keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan politik. Demokrasi Pancasila menuntut kebebasan yang bertanggung jawab, bukan kebebasan yang melukai persatuan. Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini mencerminkan etika publik yang sejalan dengan demokrasi Pancasila: kebebasan berekspresi harus dijalankan dengan adab, bukan dengan provokasi atau kebencian. Musyawarah: Titik Temu Islam dan Demokrasi Pancasila Sila keempat Pancasila menegaskan prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Prinsip ini sangat sejalan dengan ajaran Islam tentang musyawarah. Allah SWT berfirman: “Dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.” (QS. Asy-Syura: 38) Musyawarah dalam Islam dan Pancasila bukan sekadar mekanisme pengambilan keputusan, tetapi proses etis yang menghargai akal sehat, kebijaksanaan, dan kepentingan bersama. Ramadhan memperkuat semangat ini melalui praktik sosial seperti zakat, infak, dan solidaritas sosial yang menumbuhkan kesadaran kolektif. Dalam demokrasi Indonesia, musyawarah menjadi penyeimbang terhadap dominasi suara mayoritas agar tidak menindas minoritas. Keadilan Sosial dan Spirit Ramadhan Sila kelima Pancasila menempatkan keadilan sosial sebagai tujuan utama kehidupan bernegara. Ramadhan menumbuhkan empati sosial yang menjadi fondasi keadilan tersebut. Rasa lapar dan dahaga mengingatkan manusia pada penderitaan kaum miskin dan kelompok rentan. Allah SWT berfirman: “Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 8) Dalam konteks demokrasi Indonesia, keadilan sosial tidak boleh berhenti pada jargon politik. Ramadhan mengajarkan bahwa kebijakan publik harus berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar kepentingan elite atau kelompok tertentu. Demokrasi yang adil adalah demokrasi yang menghadirkan keberpihakan pada kemanusiaan. Persatuan Indonesia dan Etika Perbedaan Indonesia dibangun di atas keberagaman. Sila ketiga Pancasila menegaskan bahwa persatuan harus dijaga di tengah perbedaan. Ramadhan mengajarkan kesabaran, empati, dan sikap menahan diri—nilai yang sangat penting dalam merawat persatuan nasional. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10) Dalam demokrasi Indonesia, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak memutus tali persaudaraan. Ramadhan melatih umat Islam untuk menempatkan persatuan di atas ego dan kepentingan sesaat, sehingga demokrasi tidak berubah menjadi ajang perpecahan. Kejujuran dan Amanah dalam Demokrasi Indonesia Pemilu, jabatan publik, dan kekuasaan adalah amanah. Ramadhan membentuk kejujuran yang bersumber dari kesadaran spiritual. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Bukhari dan Muslim) Demokrasi Indonesia membutuhkan pemimpin dan warga negara yang memiliki integritas moral. Tanpa amanah, demokrasi hanya akan menjadi prosedur administratif yang kehilangan makna substantifnya. Menjawab Tantangan Demokrasi Digital Di era media sosial, demokrasi Indonesia menghadapi tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi emosi publik. Ramadhan mengajarkan kehati-hatian dalam berbicara dan menyebarkan informasi. Allah SWT berfirman: “Jika datang kepadamu suatu berita, maka periksalah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6) Ayat ini menjadi dasar etika digital dalam demokrasi Pancasila. Literasi informasi adalah bagian dari keberadaban demokrasi. Penutup Ramadhan dan Pancasila bukan dua entitas yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan. Nilai-nilai Ramadhan seperti takwa, pengendalian diri, musyawarah, keadilan, persatuan, dan amanah merupakan ruh dari demokrasi Pancasila. Mengambil ibrah Ramadhan berarti menjadikan iman sebagai sumber etika publik. Dengan demikian, demokrasi Indonesia tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga bermakna secara moral dan berkeadaban secara sosial. Demokrasi yang beradab adalah demokrasi yang tidak kehilangan nurani. Dan Ramadhan hadir untuk menjaga nurani itu tetap hidup. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Semoga kita semua senantiasa berlimpah Berkah

Bangun Sinergi Pendidikan Pemilih, KPU Dompu Silaturahmi ke Kementerian Agama

#TemanPemilih. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Dompu melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kementerian Agama Kabupaten Dompu pada Jumat, (13/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan sinergi kelembagaan sekaligus pembahasan rencana perjanjian kerja sama di bidang sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula.   Rombongan KPU Dompu yang dipimpin Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, Yusuf, didampingi Kasubbag Parmas dan SDM Abu Hasan Taqwa serta staf pengelola kehumasan, diterima langsung oleh Plh. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Moh. Alimuddi, S.Ag., di ruang kerjanya dalam suasana hangat dan penuh keakraban.   Dalam pertemuan tersebut, Yusuf menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pemilih pemula. Menurutnya, madrasah dan satuan pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. “Kami berharap melalui kolaborasi ini, sosialisasi dan pendidikan pemilih dapat menjangkau lebih luas peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama, sehingga mereka memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam Pemilu,” ujar Yusuf.   Ia juga menjelaskan bahwa rencana perjanjian kerja sama tersebut akan mendukung implementasi program GoVote, inovasi KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama KPU Kabupaten/Kota se-NTB dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) dan edukasi pemilih berkelanjutan. “GoVote bukan sekadar kerja teknis pemutakhiran data, tetapi gerakan sosialisasi partisipatif. Melalui pendekatan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) yang lebih edukatif, masyarakat didorong aktif memastikan datanya benar, akurat, dan mutakhir,” jelasnya.   Menurut Yusuf, dukungan Kementerian Agama sangat strategis agar edukasi demokrasi sekaligus validasi data pemilih dapat berjalan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah dan satuan pendidikan keagamaan.   Sementara itu, Plh. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan pendidikan pemilih serta implementasi program GoVote di lingkungan pendidikan keagamaan.   Melalui silaturahmi ini, KPU Kabupaten Dompu menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi meningkatkan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat pada setiap tahapan Pemilu. (Humas KPU Dompu).

KPU Dompu Ikuti Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju WBBM Tahun 2026

#TemanPemilih. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu mengikuti kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026, Kamis (12/2/2026).   Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting oleh KPU Provinsi NTB tersebut diikuti langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Dompu, Arif Rahman, bersama Anggota Maman Apriansyah, Yusuf, Nasarudin dan Hidayatullah. Turut hadir Sekretaris KPU Kabupaten Dompu, Lahmuddin, para Kepala Subbagian, serta seluruh staf Sekretariat KPU Kabupaten Dompu. Pencanangan pembangunan Zona Integritas ini merupakan komitmen KPU Provinsi NTB dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.    Melalui pembangunan ZI menuju WBBM, KPU berupaya memperkuat integritas kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun budaya kerja yang profesional dan transparan.   Partisipasi KPU Kabupaten Dompu dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan dan kesiapan jajaran KPU di daerah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip Zona Integritas secara konsisten, demi terwujudnya birokrasi yang bersih dan melayani di lingkungan KPU. (Humas KPU Dompu).

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Dompu Bangun Sinergi dengan Cabang Dinas Dikpora Wilayah V Provinsi NTB

#TemanPemilih. Dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula pada Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi sekaligus pembahasan rencana Perjanjian Kerja Sama pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Wilayah V Provinsi Nusa Tenggara Barat.   Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, (10/2/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Dompu, Arif Rahman, didampingi Anggota KPU Kabupaten Dompu Yusuf dan Maman Apriansyah, serta Kasubbag Partisipasi Masyarakat dan SDM Abu Hasan Taqwa. Rombongan KPU Kabupaten Dompu diterima langsung oleh Pj. Yang mewakili Kepala Kantor Cabang Dinas Dikpora Wilayah V Provinsi NTB di ruang Aula kantor setempat untuk membahas pola dan mekanisme kerja sama, khususnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih melalui pendekatan akses pendidikan.   Ketua KPU Kabupaten Dompu, Arif Rahman, menyampaikan bahwa rencana kerja sama tersebut merupakan upaya konkret KPU dalam memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu mendatang. Menurutnya, dunia pendidikan merupakan pintu masuk strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada pemilih pemula.“Kami memandang pendidikan sebagai pintu masuk yang sangat strategis dalam membangun kesadaran berdemokrasi. Melalui kerja sama ini, KPU Kabupaten Dompu berharap pendidikan pemilih pemula dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan partisipasi pemilih, khususnya pada Pemilu,” ujar Arif Rahman.   Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Dompu Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yusuf, menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan segmen yang sangat penting dan membutuhkan pendekatan khusus. Melalui kerja sama ini, KPU Kabupaten Dompu akan memaksimalkan pelaksanaan program Go Vote sebagai salah satu strategi peningkatan partisipasi pemilih pemula dan Pemutakhiran data pemilih. Menurutnya, program Go Vote dirancang untuk mendekatkan informasi kepemiluan kepada generasi muda dengan pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik pemilih pemula di lingkungan pendidikan.“Melalui sosialisasi yang terintegrasi dengan dunia pendidikan, KPU Kabupaten Dompu akan memaksimalkan pelaksanaan program Go Vote. Program ini kami dorong untuk mendukung upaya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan agar pemilih tidak hanya mengetahui tahapan Pemilu, tetapi juga terdorong untuk menggunakan hak pilihnya secara sadar dan bertanggung jawab,” jelas Yusuf.   Hal senada disampaikan Anggota KPU Kabupaten Dompu Divisi Hukum dan Pengawasan, Maman Apriansyah. Ia menekankan bahwa pendidikan pemilih pemula juga penting dari sisi pemahaman hukum dan kepatuhan terhadap regulasi kepemiluan. Menurutnya, pemilih yang memahami aturan akan berkontribusi pada terselenggaranya Pemilu yang berintegritas dan berkeadilan.“Pendidikan pemilih tidak hanya sebatas mengenalkan hak memilih, tetapi juga menanamkan pemahaman hukum kepemiluan serta pentingnya menjaga integritas Pemilu. Dengan sinergi bersama Dikpora, kami berharap lahir pemilih pemula yang sadar hukum, taat aturan, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab,” ungkap Maman Apriansyah. Pj. Yang mewakili Kepala Kantor Cabang Dinas Dikpora Wilayah V Provinsi NTB menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan KPU Kabupaten Dompu. Ia menilai program pendidikan pemilih sejalan dengan upaya pembentukan karakter peserta didik yang memiliki kesadaran demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga negara.“Kami mendukung penuh inisiatif KPU Kabupaten Dompu. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan edukasi politik yang sehat bagi peserta didik, sehingga mereka siap berpartisipasi aktif sebagai pemilih pada Pemilu,” ujarnya.   Melalui rencana kerja sama ini, KPU Kabupaten Dompu berharap pelaksanaan sosialisasi pendidikan pemilih pemula dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula, pada setiap tahapan dan penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Dompu. (Humas KPU Dompu)

Penyerahan Santunan Dan Doa Bersama Anak Yatim Dilingkungan KPU Kabupaten Dompu

#TemanPemilih. Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial terhadap generasi bangsa sekaligus mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan soliditas internal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu menggelar kegiatan KPU Peduli Anak Yatim dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, (6/2/2026).   Kegiatan KPU Peduli Anak Yatim kali ini juga dirangkaikan dengan doa bersama atas wafatnya Bagaskara Langit Kresna Putra Sutrisno, ananda tercinta dari Bapak Bernad Dermawan Sutrisno, Sekretaris Jenderal KPU RI. Doa bersama tersebut dipanjatkan sebagai bentuk empati, solidaritas, serta ungkapan duka cita mendalam dari seluruh jajaran KPU Kabupaten Dompu kepada keluarga besar KPU RI.   Kegiatan KPU Peduli Anak Yatim diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa uang tunai kepada anak-anak yatim. Bantuan tersebut bersumber dari sumbangan sukarela seluruh jajaran KPU Kabupaten Dompu sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan keluarga besar KPU.   Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KPU Kabupaten Dompu untuk tidak hanya hadir sebagai lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya bagi anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa.   Mewakili Ketua KPU Kabupaten Dompu, Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan jajaran KPU Kabupaten Dompu dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.   “Melalui kegiatan KPU Peduli Anak Yatim ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari generasi penerus bangsa. Pada kesempatan ini pula, kami bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum Bagaskara Langit Kresna Putra Sutrisno. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Yusuf.   Ia menambahkan, kegiatan sosial semacam ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kekeluargaan, solidaritas, serta semangat kebersamaan di lingkungan internal KPU Kabupaten Dompu.   Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Dompu, Lahmudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KPU Kabupaten Dompu atas partisipasi dan kepedulian yang telah ditunjukkan dalam menyukseskan kegiatan KPU Peduli Anak Yatim. “Bantuan ini sepenuhnya berasal dari sumbangan sukarela seluruh jajaran KPU Kabupaten Dompu. Hal ini mencerminkan soliditas dan semangat gotong royong yang terus kami jaga, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kelembagaan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkap Lahmudin.   Ia berharap kegiatan KPU Peduli Anak Yatim dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya pada momentum keagamaan, sebagai bentuk kepedulian KPU Kabupaten Dompu terhadap masyarakat sekitar.   Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, serta diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat nilai kemanusiaan, dan semakin mempererat hubungan antara KPU Kabupaten Dompu dan masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.(Humas KPU Kabupaten Dompu).