Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Dompu Tekankan Pentingnya Inklusi Gender untuk Demokrasi Berkeadilan
#TemanPemilih. Kadiv. Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Yusuf akrap disapa Bang Sandhy hadir menyampaikan materi pada kegiatan Pelatihan Kader Fatayat NU dengan tema “Inklusi Gender dalam Kehidupan Sosial untuk Mendukung Demokrasi yang Maju”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan demokrasi.
Dalam pemaparannya, Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM menegaskan bahwa demokrasi yang maju tidak dapat dibangun di atas fondasi ketimpangan. Demokrasi bukan sekadar mekanisme elektoral, tetapi sistem nilai yang menjamin kesetaraan, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi gender.

“Inklusi gender merupakan prasyarat penting bagi terwujudnya demokrasi yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Tanpa itu, demokrasi hanya akan bersifat prosedural dan kehilangan ruh keadilan sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, inklusi gender berarti memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat yang setara dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial. Kehadiran perempuan di ruang publik, menurutnya, harus diiringi dengan pengaruh nyata dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam materi tersebut juga dibahas perbedaan antara kodrat dan takdir perempuan, serta berbagai bentuk ketimpangan gender yang masih sering terjadi, seperti subordinasi, marginalisasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi penguatan demokrasi yang inklusif.
Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Dompu turut menekankan bahwa nilai-nilai agama sejatinya sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan gender. Agama, menurutnya, harus ditempatkan sebagai landasan moral dan spiritual dalam membangun relasi sosial yang adil serta demokrasi yang bermartabat.
“Perempuan, termasuk kader Fatayat NU, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, dan partisipasi politik yang sehat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Dompu berharap kader Fatayat NU dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas pendidikan pemilih, memperkuat partisipasi perempuan, serta mendorong terwujudnya demokrasi yang inklusif, maju, dan berkeadilan. (Humas KPU Dompu).